5 Bar Tertua di Amerika yang Masih Berdiri Kokoh – Membicarakan era Wild West mungkin terasa seperti memutar memori usang dari film-film hitam putih John Wayne. Zaman sekarang, gemerlap teknologi seringkali menenggelamkan kisah-kisah tentang koboi, perintis jalan, dan debu-debu jalanan Amerika abad ke-19. Namun, meski masa kejayaan Gunsmoke sudah lama berlalu, ada satu warisan budaya yang menolak untuk mati: Saloon.
Lahirnya budaya bar di Amerika mendapat dorongan besar pada tahun 1832. Kala itu, Kongres Amerika Serikat mengesahkan Pioneer Inn and Tavern Law. Peraturan ini menjadi titik balik penting karena mengizinkan pemilik usaha menyajikan alkohol secara legal tanpa mewajibkan pelanggan menyewa kamar untuk menginap. Sejak saat itu, kedai minuman bermunculan bak jamur di musim hujan, mengikuti jejak para penambang dan pemburu menyusuri benua yang belum terjamah.
Jika Anda berencana melakukan perjalanan lintas negara bagian di musim panas ini, mengunjungi bar-bar asli dari era tersebut adalah cara terbaik untuk “masuk” ke dalam mesin waktu. Berikut adalah lima bar tertua di Amerika yang masih mempertahankan aroma autentik abad ke-19.
1. ‘76 House – Tappan, New York (1705)

Meskipun banyak bar mengklaim diri sebagai yang tertua, ’76 House memiliki bobot sejarah yang sulit ditandingi. Berdiri jauh sebelum Amerika memproklamirkan kemerdekaannya, tempat ini bukan sekadar kedai minum biasa. Selama masa Revolusi Amerika, bangunan ini berfungsi sebagai markas sementara bagi para patriot. Bahkan, tempat ini pernah menjadi “penjara” bagi mata-mata Inggris terkenal, Mayor John André. Menginjakkan kaki di sini akan membuat Anda merasakan suasana kolonial yang kental dengan perapian besar dan struktur kayu yang masih asli.
2. White Horse Tavern – Newport, Rhode Island (1673)

Jika kita berbicara soal umur panjang, White Horse Tavern adalah juaranya. Diakui sebagai struktur bangunan tertua yang digunakan sebagai bar di Amerika Serikat, tempat ini mulai melayani pelanggan sejak tahun 1673. Bayangkan saja, bar ini sudah melayani penduduk lokal satu abad sebelum George Washington menjadi presiden. Dengan langit-langit rendah dan balok kayu raksasa, White Horse Tavern menawarkan pengalaman minum yang tenang namun penuh wibawa sejarah.
3. Lafitte’s Blacksmith Shop – New Orleans, Louisiana (1722)

Terletak di sudut jalan Bourbon Street yang ikonik, Lafitte’s Blacksmith Shop terlihat seperti bangunan yang muncul dari cerita dongeng kelam. Dibangun sekitar tahun 1722, tempat ini konon digunakan oleh bajak laut legendaris Jean Lafitte sebagai kedok untuk bisnis selundupannya. Bar ini adalah salah satu dari sedikit bangunan asli berarsitektur Prancis yang selamat dari kebakaran besar di New Orleans. Hingga kini, pencahayaannya tetap temaram, memberikan kesan misterius yang membawa kita kembali ke era bajak laut Teluk Meksiko.
4. The Horse You Came In On Saloon – Baltimore, Maryland (1775)

Terkenal karena menjadi tempat persinggahan terakhir penulis legendaris Edgar Allan Poe sebelum kematiannya yang misterius, bar ini adalah permata di pelabuhan Baltimore. Didirikan pada tahun 1775, “The Horse” (sebutan akrabnya) berhasil bertahan melewati masa Prohibisi (pelarangan alkohol) dengan tetap beroperasi secara diam-diam. Suasananya yang gaduh, akrab, dan penuh karakter menjadikannya destinasi wajib bagi mereka yang menyukai perpaduan antara sastra dan sejarah minuman keras.
5. Buckhorn Saloon – San Antonio, Texas (1881)

Untuk pengalaman Wild West yang sesungguhnya, tidak ada yang bisa mengalahkan Buckhorn Saloon. Didirikan oleh Albert Friedrich, bar ini memiliki tradisi unik sejak hari pertamanya: jika seorang pemburu tidak memiliki uang untuk membayar bir, mereka bisa menukar tanduk hewan atau kulit binatang dengan minuman. Hasilnya? Saat ini Buckhorn merangkap sebagai museum yang memamerkan ribuan koleksi taksidermi dan artefak koboi. Inilah tempat di mana para penembak jitu dan peternak sapi dulunya melepas lelah setelah berbulan-bulan di padang rumput.
Menghidupkan Kembali Semangat Pioneer
Menjelajahi kelima tempat di atas bukan sekadar kegiatan wisata kuliner atau mencari mabuk semata. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap semangat para perintis yang membangun fondasi Amerika. Di balik setiap meja kayu yang tergores dan dinding yang mulai kusam, tersimpan ribuan cerita tentang keberanian, kerugian, dan harapan.
Zaman boleh berganti, dan teknologi mungkin telah mengubah cara kita bersosialisasi. Namun, duduk di kursi kayu sebuah saloon tua dengan segelas minuman di tangan tetap menjadi cara paling jujur untuk merasakan denyut nadi sejarah Amerika yang sebenarnya. Jadi, saat musim panas tiba nanti, jangan hanya mengunjungi taman hiburan modern—cobalah kembali ke akar dan rasakan sendiri sisa-sisa liar dari Barat yang pernah jaya.